"Kemudian sampai detik ini pasien dari Kecamatan Tomia selalu dilarikan ke PKM Tomia Timur. Ini ada apa, ada apa di PKM Tomia," ujar Parman.

Parman melanjutkan, pada demo 17 Juli 2023 sebelumnya, mereka menekan pihak Kecamatan Tomia untuk mengkoordinasikan dengan pihak pemerintah yaitu bupati dan Dinas Kesehatan. Lalu, berdasarkan penjelasan pihak Kecamatan Tomia, mereka sudah koordinasikan ke pihak Pemda Wakatobi. Namun hingga saat ini belum ada respon atau tanggapan dari Pemda Wakatobi.

Untuk mendapatkan kepastian secara administratif dari pihak pemerintah. Mereka yang tergabung dalam lembaga SIMPPATI Raya-Kendari menilai mosi tidak percaya terhadap Kepala UPTD Puskesmas Tomia.

Sehingga yang tergabung dalam lembaga tersebut melakukan pemblokiran atau menyegel ruangan Kapus Tomia sampai waktu yang tidak ditentukan.

"Sampai bapak Baharuddin La Hamiru selaku Kepala UPTD Puskesmas Tomia digantikan atau dilengser dari jabatannya," lanjut Parman.