Sedang aktivitasnya diketahui paling sering terjadi saat akhir pekan dan hari-hari besar.

Dia juga menuturkan, pemerintah sudah melakukan upaya penanganan pada masalah tersebut, namun hal ini masih terus terjadi karena didorong oleh faktor ekonomi dan kebiasaan dari individu itu sendiri.

"Dinsos sudah lakukan penertiban dan pembinaan pada anjal dan gepeng yang kami dapati, tapi memang aktivitas ini cukup menjanjikan bagi mereka, sehari bisa dapat 100 sampai 200 ribu rupiah," ujar Husni Mubaraq.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, anjal dan gepeng merupakan fenomena sosial yang penanganannya tidak sederhana.

"Kebanyakan masyarakat menganggap anak jalanan ini disebabkan oleh ekonomi, tapi kenyataannya bukan hanya itu saja, ada oknum-oknum yang juga ikut memanfaatkan," katanya.