YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Buruh gendong di Pasar Beringharjo Yogyakarta tidak mengangkat barang dagangan menggunakan tangan kosong. Mereka memakai selendang lebar yang difungsikan sebagai pengikat barang di punggungnya.

Termasuk Rubiyem (70) yang akrab disapa Mbah Yem, sudah sejak tahun 1970 bekerja sebagai buruh gendong di Pasar Beringharjo Yogyakarta. Waktu itu usianya  18 tahun.

Perempuan dari Kulon Progo ini mengatakan, ada sekitar 250 perempuan buruh gendong yang masih eksis di Pasar Beringharjo.

Sebagai buruh gendong, jasa mereka baru terpakai apabila ada pedagang atau pembeli yang membutuhkan jasa angkut barang ke dalam dan ke luar Pasar Beringharjo.

Baca juga: Usai Cekcok dengan Istri, Buruh Mobil Ditemukan Tewas Gantung Diri