Baca juga: Dua Bocah di Medan Ditemukan di Parit

Tak mau mengemis, Mbah Yem sampai kapanpun tetap setiap menjalani buruh gendong pasar. Meski upah yang didapatnya tidak menentu.

"Terkadang saya hanya bisa membawa uang puluhan ribu rupiah tiap hari," katanya.

Menurut Mbah Yem, tak jarang dalam sehari itu tidak menerima order angkut barang satupun.

Mbah Yem memang tidak pernah mematok harga untuk menjalani buruh gendong itu. "Seikhlasnya yang ngasih saja," katanya.