"Tentu dalam kunjungan hari ini pasti ada evaluasi yang diberikan karena dalam setiap proses pembangunan tidak ada yang sempurna. Ada beberapa masukan, nanti secara detilnya akan dikoordinasikan langsung dengan pemerintah provinsi. Khususnya masalah limbah rumah sakit yang berdampak pada lingkungan, sehingga aspek pengelolaan lingkungan dapat diperhatikan oleh pemerintah provinsi," terangnya.
Berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan, Erdian mengharapkan sumber daya manusia seperti dokter spesialis jantung harus sudah dipersiapkan oleh pemerintah provinsi.
Baca Juga: Jajaran Petinggi Polda Sultra Ikuti Pemaparan Tim PKDN Serdik Sespimti Polri
"Terkait dengan keselamatan kerja, pihak pengawas menyampaikan masih terkoordinir dengan baik. Karena bukan hanya para pekerja yang merasakan, tetapi juga masyakar sekitar," terangnya.
Kepala Bappeda Sulawesi Tenggara J Robert mengatakan, rumah sakit jantung dan pembulu darah yang dibuat ini merupakan bagian dari visi misi Kepala Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Ali Mazi. Pemerintah provinsi melihat dari data kematian tertinggi yakni penyakit Vaskular Perifer.
