Sementara itu, Kadis Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Putu Agustin Kusumawati mengatakan, terkait sumber daya manusia seperti dokter spesialis, subspesialis dan dokter umum, pihaknya telah mempersiapkannya. Setiap dokter telah melakukan pendidikan khusus di Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON).
Baca Juga: Melihat Potensi SDA Beberapa Tahun ke Depan, Bappeda Sulawesi Tenggara Gelar Workshop
"Untuk saat ini sudah ada beberapa dokter yang telah melakukan pendidikan. Perawat-perawat ahli juga kami telah siapkan dan sudah melakukan pelatihan di rumah sakit jantung. Di luar dari itu, pihaknya juga telah mempesiapkan perawat dari kabupaten/kota untuk direkrut mengisi posisi yang ada. Pokoknya sebelum launching SDM semua sudah ada," katanya.
Putu Agustin menjelaskan, telah menyiapkan kebutuhan perawat medis dan non medis serta beberapa alat kesehatan lain dengan anggaran kurang lebih Rp 70 miliar. Pihaknya juga akan menyerukan bahwa rumah sakit jatung yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara, akan menyerupai Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) yang ada di Jakarta.
"Peralatan yang akan direalisasikan, berfokus untuk ruang operasi, bedah jantung dan bedah saraf," tutupnya. (A-Adv)
