Selain menjadi penyangga kesehatan, Robert mengharapkan RS Jantung Sulawesi Tenggara bisa memberikan dampak lain terutama peningkatan status Bandara Haluoleo. Karena RS Jantung tersebut melakukan pelayanan regional maupun nasional maka akomodasi dari masyarakat yang termudah yakni menggunakan transportasi udara.

Kadis Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara, Pahri Yamsul (tiga kanan) bersama pihak PT Sarana Multi Infrastruktur dan Bank Dunia saat meninjau langsung proses pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Pembulu Darah. Foto: Aris Mantobua/Telisik

 

"Jika sudah seperti itu, kapasitas dan maupun status dari bandara harus ditingkatkan agar akomodasi dari masyarakat luar Sulawesi Tenggara bisa mengakses Bandara Haluoleo, sebagai bagian dari kontribusi pelayanan RS Jantung Sulawesi Tenggara yang berbasis nasional kedepannya," harapnya.

Baca Juga: Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Provinsi Sulawesi Tenggara Rampung Oktober Nanti

Lebih lanjut Robert mengatakan, dalam rencana jangka pendek sub pelayanan untuk RS Jantung tersebut ditargetkan untuk masyarakat Sulawesi Tenggara. Tetapi secara bertahap akan pelayanan RS Jantung akan berbasis skala regional maupun nasional.