Lanjut kata dia, untuk wilayah Timur Indonesia belum ada satu rumah sakit yang khusus spesialis jantung, pembuluh darah dan otak, sehingga kehadiran rumah sakit tersebut tidak akan menggangu, tetapi akan saling berkolaborasi, berinteraksi dan saling mendukung.
"Jadi ini saya kira adalah satu inovasi yang sangat inovatif sekali. Sehingga pasien-pasien jantung kita itu tidak usah jauh-jauh lagi ke Jakarta," ujarnya.
Pahri optimistis, jika lima hingga sepuluh tahun ke depan RS Jantung Sulawesi Tenggara akan menunjukkan manfaat yang sangat besar khususnya di wilayah Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Apalagi dikatakan Kota Kendari adalah salah satu tempat yang membangkitkan potensi ekonomi, potensi kesadaran terhadap kesehatan dan potensi kesadaran terhadap lingkungan.
Baca Juga: Melihat Potensi SDA Beberapa Tahun ke Depan, Bappeda Sulawesi Tenggara Gelar Workshop
