Sementara itu, saat di lokasi, terlihat seorang ibu yang sedang berteriak, mencoba menghentikan mobil truck yang baru saja keluar dari area perumahan tersebut.

"Sudah-sudah mi kalian datang bawa timbunan, karena kalian ini rumahku berlumpur begini. Kalau datang lagi saya pasangkan paku supaya korang tidak bisa lewat," teriak salah satu ibu yang tidak diketahui indetitasnya ke pengendara truck.

Ibu Rio (55), warga yang terkena dampak banjir dan genangan lumpur mengeluhkan sebab dirinya tidak mendapat perhatian dari pemerintah dan pengelola perumahan.

"Janda kasian saya dibantu anak-anaku bersihkan ini. Pemerintah tutup mata sama ini pembangunan, mereka tidak pikirkan dampak sama masyarakat, dari dulunya di sini bebas banjir. Tapi setelah dibuka ini BTN, subhanallah, begini kondisi. Baru ini hujan tidak ditau entah itu sore apa malam, dan ini mereka bikin got apa itu. Sempit, tidak sesuai, mampukah tahan begitu beban banjir," keluhnya, Sabtu (9/3/2024).

Baca Juga: Dispar Sulawesi Tenggara Target Tingkatkan Wisatawan hingga 16,8 Juta