JAKARTA, TELISIK.ID - Nilai tukar rupiah menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Pelemahan terjadi di tengah guncangan pasar keuangan domestik menyusul pengumuman konsultasi reklasifikasi Indonesia oleh MSCI.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 100 poin atau 0,56 persen ke level Rp18.038 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB. Data Antara mencatat pembukaan di Rp18.021 atau melemah 83 poin dari penutupan sebelumnya di Rp17.938.
Sepanjang perdagangan, rupiah sempat menyentuh level terlemah di Rp18.070 per dolar AS — posisi terlemah sejak akhir Juli 2026 — sebelum memangkas pelemahan ke kisaran Rp18.000. Sebagai perbandingan, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis (15/10/2026) tercatat di Rp17.948 per dolar AS.
Dengan pelemahan tersebut, rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada perdagangan Jumat. Mata uang regional lain melemah jauh lebih terbatas: dolar Taiwan 0,40 persen, won Korea 0,22 persen, baht Thailand 0,08 persen, peso Filipina 0,06 persen, dolar Singapura 0,05 persen, ringgit Malaysia 0,03 persen, yuan China 0,02 persen, dan yen Jepang 0,01 persen.
