Dari sisi data makro, BI mencatat rupiah melemah terbatas 0,28 persen secara quarter-to-date, yang dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan. Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$146,3 miliar pada akhir September 2026 — dinilai cukup untuk menopang stabilitas.
Dana Asing Terus Keluar
Tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari derasnya arus keluar dana asing dari pasar keuangan domestik. Pada sesi pertama perdagangan Jumat saja, investor asing mencatatkan penjualan bersih saham senilai Rp2,92 triliun, menurut data Stockbit Sekuritas Digital.
Secara akumulasi, sekitar US$4,9 miliar dana asing telah keluar dari pasar saham Indonesia sejak awal tahun hingga pertengahan Oktober 2026. Angka penjualan bersih asing bahkan dinilai pengamat Universitas Indonesia Budi Frensidy sebagai yang terburuk dibandingkan periode krisis 1998 dan 2008.
Tekanan juga merambat ke pasar obligasi. Imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun naik ke kisaran 7,33–7,34 persen pada perdagangan Jumat, dari level 7,169 persen pada 14 Oktober. Kenaikan yield terjadi di hampir semua tenor, menandakan investor melepas kepemilikan obligasi pemerintah.
