“Sangat terasa sekali sulitnya dengan jembatan yang tidak layak pakai namun dipaksakan untuk dilalui karena tidak ada pilihan lain. Selain itu, jembatan ini juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat setempat karena para pedagang, baik dari dalam desa maupun dari luar kerap kali mengakses jalan tersebut untuk membawa barang dagangannya,” katanya.

Menurutnya, kerusakan jembatan juga sudah sering menyebabkan warga terjatuh ke laut akibat kayu penyangga yang lapuk dan roboh.

“Warga sering kali jatuh akibat roboh karena kayunya banyak yang lapuk,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemda Wakatobi Tak Lagi Fasilitasi Transportasi Jemaah Haji Seperti Tahun Sebelumnya

Meski belum mendapat perbaikan menyeluruh, masyarakat setempat disebut terus bergotong royong melakukan perbaikan sementara secara swadaya agar jembatan masih bisa digunakan.