Ia menjelaskan, kerusakan terjadi di sejumlah titik di Dusun Mantigola 1, Mantigola 2 hingga Dusun Umala yang berada di wilayah daratan Desa Horuo.

“Kelayakan jembatan titian tentunya sangat penting bagi kami terutama anak-anak sekolah bahkan masyarakat lainnya karena sudah sering makan korban yaitu jatuh ke laut,” ujarnya.

Menurut Bambang, pemerintah desa sebenarnya telah mengupayakan perbaikan secara bertahap setiap tahun, namun keterbatasan anggaran menjadi kendala karena harus dibagi untuk tiga dusun.

“Saya programkan di setiap tahunnya, namun keterbatasan anggaran yang harus saya porsikan ke tiga dusun,” jelasnya.

Baca Juga: Jemaah Calon Haji Wakatobi 2026 Berjumlah 64 Orang, Terendah Sejak 2021