Penumpang lain Arman, menyadari terjadi insiden mati mesin sewaktu terbangun dari tidurnya, melihat para penumpang sudah mengenakan baju pelampung.

"Tapi saya di sini (dek II kapal) tidak panik karena kita tidak tahu, padahal di lantai bawah sudah panik mereka karena air sudah masuk," ungkapnya.

Kata Arman, penumpang harus menunggu pertolongan kurang lebih satu jam di tengah kondisi kapal terombang-ambing dihantam gelombang. Ia sendiri tetap berada di tempatnya sampai akhirnya bala bantuan datang. Arman melangsungkan ulang perjalanannya ke Pelabuhan Raha. (A)

Penulis: La Ode Muhlas

Editor: Kardin