MOSKOW, TELISIK.ID - Ramadan tahun ini dikabarkan Rusia dan Ukraina tak jalani tukar menukar tentara Muslim. Padahal hal ini sudah jadi tradisi kedua negara tersebut dua tahun terakhir.
Dilansir dari Headtopics.com, saat bulan Ramadan tiba, baik Rusia ataupun Ukraina sama-sama saling sepakat untuk bertukar tentara Muslim milik negara masing-masing.
Tradisi ini telah berhasil menyelamatkan nyawa ribuan tentara yang sempat terluka parah karena peperangan. Akan tetapi menurut laporan terbaru, Rusia berusaha menghentikan tradisi tukar menukar tentara Muslim ini dengan Ukraina.
Bukan isapan jempol belakan, hal tersebut disampaikan langsung oleh Daria Zarivna, penasihat komunikasi untuk kepala Kantor Presiden kepada Voice of America .
Baca Juga: Warga Muslim Ukraina Tetap Puasa saat Perang, Berdoa Minta Masjid Tak Dihancurkan
