MOSKOW, TELISIK.ID - Rusia telah memerintahkan pasukannya memperluas serangan di Ukraina dari segala arah setelah Ukraina menolak ajakan berbicara di Belarus.

Tentara Rusia sebelumnya sudah menusuk ke ibu kota Ukraina, Kyiv, kemudian akhirnya mundur karena menghadapi perlawanan keras pada hari ketiga invasi yang diperintahkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Setelah pihak Ukraina menolak proses negosiasi, hari ini semua unit diberi perintah untuk mengembangkan kemajuan dari segala arah sesuai rencana operasi," kata juru bicara militer Rusia, Igo Konashenkov, dalam sebuah pernyataan, dilansir dari AFP, Minggu (27/2/2022).

Rusia mengatakan pada Jumat bahwa Putin siap mengirim delegasi ke Belarus untuk melakukan pembicaraan, namun Ukraina menginginkannya dilakukan di Warsaw.

Menteri Kesehatan Ukraina mengatakan 198 warga sipil, termasuk tiga anak-anak, telah tewas akibat invasi yang dilakukan Rusia terhadap mereka.