"Rusia bisa saja telah menghancurkan 'Mriya' kami. Tapi mereka tidak akan pernah menghancurkan mimpi kami akan negara yang kuat, bebas, dan demokratis," kata Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, di Twitter.
Sementara itu Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki memberikan pernyataan menanggapi keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin menempatkan pasukan penangkal strategis Rusia, termasuk pasukan nuklir strategis, dalam siaga penuh.
Jubir Gedung Putih Jen Psaki menyatakan, manuver Putin adalah bagian dari pola Kremlin yang lebih luas, dengan cara melakukan eskalasi tak beralasan dan menciptakan ancaman yang dibuat-buat.
Baca Juga: Jika Rusia Lepaskan Senjata Nuklirnya, Tiap 5 Jam 34 Juta Orang Akan Tewas di Eropa
"Ini benar-benar pola yang kita lihat dari Presiden Putin selama konflik ini, yaitu menciptakan ancaman tidak nyata untuk membenarkan agresinya, dan komunitas global serta rakyat Amerika harus melihatnya melalui prisma itu," kata Psaki kepada George Stephanopoulos.
