Adapun terkait belum tersambungnya pipa ke rumah warga, itu dikarenakan proses pengerjaannya bertahap. Program SPAM hanya sebatas pembuatan bak penampungan dan penyambungan pipa-pipa distribusi dari tugu Desa Waara, Kecamatan Lohia hingga Desa Liabalano, Kecamatan Kontunaga.

"Untuk penyambungan pipa ke rumah warga, pak Rusman selaku bupati akan melakukan tahun 2021," ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Muna, Andi Sapri mengaku, program SPAM di Kontunaga bersumber dari pusat. Namun, program tersebut tidak datang begitu saja. Tetapi, semua berkat komunikasi yang dilakukan LM Rusman Emba.  

"Di Pusat itu tidak dikenal Kecamatan Kontunaga. Kalau bukan pak Rusman, tidak mungkin program SPAM ini bisa ada," ujarnya.

Politisi PDIP itu berjanji akan mengawal anggaran penyambungan pipa yang masuk ke rumah warga pada pembahasan APBD 2021.