Mantan Senator DPD-RI menerangkan,  untuk pembangunan SPAM itu butuh proses yang panjang. Tahun 2019, ia berusaha mencari sumber anggaran sebesar Rp 10 miliar melalui dana pinjaman. Namun, gagal cair. Nah, karena kesabarannya, tahun 2020, berkat komunikasinya di pusat yang dibantu Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, Ridwan Bae, anggaran kemudian dikucurkan sebesar Rp 24,5 miliar.

Baca juga: Ini Penyebab Kemiskinan Masyarakat Pesisir di Kolaka Utara

"Ini semua berkat ikhtiar dan doa kita semua sehingga saat ini warga sudah dapat merasakan air bersih," ujarnya.

Suami Yanti Setiawati itu berjanji akan terus memberi perhatian serius pada Desa Masalili. Menurutnya, desa tersebut sudah terkenal dengan kain tenunan hingga mancanegara.

"Kita akan jadikan Masalili sebagai icon wisata. Jalan menuju puncak Lakude tempat bak penampungan air akan kita aspal dan menata puncak dengan membangun vila, sehingga wisatawan bisa nyaman nantinya," janjinya.