Motor Inggris ini, biasanya yang jadi tantangan baginya. Mulai dari pengapiannya sampai mencari spare-partnya.
Berbeda dengan motor Eropa, motor Jepang masih cukup mudah menemukan spare-partnya. Masih banyak yang jual.
"Barang lama tapi baru. Jadi stok lama yang belum laku itu kadang masih ada," ungkap laki-laki berusia 41 tahun ini.
Biasanya, motor-motor klasik yang ia garap itu datang dari berbagai daerah di Indonesia. Dari mana saja. Ada dari Medan sampai Cikarang.
Baca juga: Ketua JaDI Sultra dan MPM UHO Buka Tabir Penolakan 500 TKA China
