Menurutnya, motor-motor seperti BSA dan Matchless ini banyak datang dari Medan.

"Di sana wadahnya motor lawas bekas zaman perang dulu," jelas Ruswanto sambil menunjuk kerangka sebuah motor lawas di depan pintu garasinya.

Kalau bisa menyelesaikan motor klasik ini, builder motor klasik ini merasa puas. Apalagi bisa dikendarai lagi.

"Seperti mengembalikan motor-motor ini ke masanya," kata Ruswanto, yang menambahkan penggarapan motor itu seperti merestorasi mesin waktu.

Kecintaan Ruswanto pada motor klasik ini begitu mendalam. Bahkan ia semakin mendalami soal motor klasik. Dan cintanya semakin bertambah.