Terlebih lagi kecintaannya terhadap motor buatan Eropa.
"Semakin didalami semakin terjerumus," kelakarnya.
Rupanya, ada kesan tersendiri bagi Ruswanto terhadap motor-motor tersebut. Ia lebih suka motor yang dibuat Inggris.
"Buatan Jerman juga cakep gitu dan garang," ujar Ruswanto yang mewarisi motor BSA 51 Salur milik ayahnya yang juga pecinta motor klasik.
Beruntung, selain dapat mewarisi motor klasik milik ayahnya, ternyata Ruswanto juga mewarisi keahlian mengutak-atik motor ini dari sang ayah.
