Oleh: Dr. Usmar, SE, M.M, CIBA, CPS

Dekan Fak.Ekonomi & Bisnis Universitas Moestopo Jakarta & Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN)

TINGGAL dua minggu lagi atau tepatnya tanggal 14 Februari 2024, Rakyat Indonesia akan memutuskan dan memilih para elit politik untuk menjadi pemimpin yang akan menahkodai kapal besar kehidupan yang bernama Republik Indonesia.

Mungkin kitalah negara terbesar yang mampu melaksanakan pemilihan Presiden dan Legislatif, secara serentak dan langsung dengan situasi dan kondisi Rakyat Indonesia yang Multi Etnis dan Multi Budaya dengan jumlah populasi yang mencapai lebih dari 270 Juta jiwa, dan ada sekitar 13.466 Pulau dengan 1.128 Suku dan 746 Bahasa daerah, yg terbentang dalam Jarak 5.428 KM dari Sabang sampai Merauke. Sungguh amat dahsyat dan membuat kagum orang seantero dunia.

Seharusnya kita semua bisa bergembira termasuk anak-anak muda, karena pada saat hari pencoblosan tersebut mereka juga sedang merayakan hari kasih sayang yang bernama “Valentine days”, sekaligus juga momen untuk berproses belajar berdemokrasi dengan baik dan benar, agar negara kita menjadi lebih kuat dan bijaksana dalam merespon kemajuan peradaban dengan melihat bahwa perbedaan sebagai sebuah keniscayaan untuk negara kita yang multi etnis untuk bersama bernaung dibawah pandangan hidup “Bhinneka Tunggal Ika”