Konsolidasi Intelektual Organik

Dalam upaya kita membantu agar rakyat tidak terlalu jauh tergelincir menjadi penanggung korban dari nafsu serakah para elit politik yang rakus, yang hanya berfilosofi bahwa “Politik itu hanya mengajarkan Menang”, dengan tak perduli cara memperoleh kemenangannya, maka momentum saat pemilihan adalah waktu yang tepat bagi seluruh Masyarakat untuk berpartisipasi mengantisipasi upaya manipulasi dan upaya penyimpangan yang akan dilakukan ole elit politik”.

Perlu kita saling mengingatkan bersama bahwa dalam praksis politik, tidak penting anda diam saja, apatis atau tidak mau tahu, Dalam konsep one man one vote, kesalahan memilih bahkan terparah tidak hadir untuk memilih adalah tindakan naif.

Begitu juga jika rakyat tidak di edukasi, hingga terjadi polarisasi di akar rumput, maka ini akan menjadi dosa sosial kolektif kaum intelektual. Karena itu kita perlu saling mengingatkan bersama, pada Masyarakat, bahwanya Politik itu memiliki Panggung Depan dan Panggung Belakang.

Situasi dan suasana politik yg beredar di sosmed adalah ekspresi dari Panggung Depan Politik. Sedangkan apa sebenarnya peristiwa yang ada dan real terjadi ada di Panggung Belakang Politik, dan itu adalah Domainnya para Elit Politik, yang mereka tau betul, bahwa muara semuanya dari perbedaan sikap dan pandangan diantara mereka para elit selalu berakhir pada titik "kompromi".