KENDARI, TELISIK.ID - Ilmu sebagai penuntun perilaku manusia agar hidupnya mulia. Untuk mendapatkan keberkahan ilmu yang bermanfaat, dibutuhkan kesabaran yang tinggi serta kerendahan hati sebagai pancaran dari ilmu.

Dalam perspektif Islam, ilmu merupakan pengetahuan mendalam hasil usaha yang sungguh-sungguh (ijtihad) dari para ilmuwan Muslim (ulama/mujtahid) atas persoalan-persoalan duniawi dan akhirat dengan bersumber kepada wahyu Allah.

Mengutip dari kompasiana.com, dalam kitab Adzariah IIa Makarim as-Syariah, Raghib al-Asbihani menjelaskan, bahwa ada tiga hal untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, yaitu:

Pertama, membersihkan diri dari segala perilaku yang kurang terpuji. Akhlak yang baik sangat dibutuhkan karena sebagai tanda kebaikan seseorang dan dari hasil ilmu yang telah didapatkan. Ibarat ladang yang siap ditanami biji-bijian, maka harus dibersihkan dari hama dan rumput yang mengganggu.

Kedua, tak terlalu menyibukkan diri dalam urusan duniawi. Bekerja merupakan sebuah keharusan untuk mencukupi kebutuhan, namun luangkan waktu untuk selalu menambah ilmu pengetahuan agar tak ketinggalan informasi, serta selalu mencari inovasi agar hidupnya selalu bervariasi.