"Orang hanya tahu saat melihat video itu. Jadi mereka berpikir saya bermain tarkam dan tidak tahu cerita sebenarnya. Terus dipermasalahkan dalam komentar-komentar di Instagram saya. Itu kan hanya bercanda dengan kawan-kawan. Saya mengambil hikmahnya saja. Mereka mungkin ingin saya tidak seperti itu. Cuma alangkah baiknya hal seperti itu tidak dibesar-besarkan," imbuh Saddil.

Baca juga: BLT Subsidi Gaji Guru Honorer Ditargetkan 2 Juta Penerima

"Saya turut meramaikan, bukan mengatasnamakan saya mau ikut tarkam. Saya kan punya klub. Sekarang masih digaji sama klub dan klub melarang saya untuk bermain tarkam," ujar mantan pemain Persela Lamongan ini.

Sebelumnya, COO Bhayangkara FC, Sumardji, mengimbau agar pemainnya tidak ikut tarkaman. Pasalnya, risiko cedera yang bakal diterima pemain cukup tinggi.      

"Untuk saya, sebaiknya pemain jangan sampai mengikuti tarkam. Sebab, risikonya besar. Bisa sampai cedera atau yang lain," ujar Sumardji.