Di luar kader partai, lanjutnya, nama Aris Marwan Saputra adalah sosok yang lebih rasional. Alasannya, Aris Marwan merupakan representasi dari mantan Bupati Busel terpilih yang juga mantan Ketua DPC PDIP Busel, Agus Faisal Hidayat. 

"Beliau (Aris Marwan) juga sebagai rekomendasi tunggal dua partai pengusung lainnya yaitu Demokrat dan Golkar," tambahnya.

Baca Juga : Asisten III Setda Pemprov, Rangkap Plh Sekda Sulawesi Tenggara

Pada kesempatan itu, mantan Ketua KPU Busel berharap mengedepankan etika politik. Tanpa etika yang terjadi malah politik bar-barian. Jasa kader, tokoh dan masyarakat tidak boleh terabaikan. 

"Kasihan Busel jika politik yang dikedepankan adalah ambisi individu mengabaikan etika dan moral, yang lahir justru kolonialisme gaya baru, arogan, diktator dan sebagainya. Cukuplah itu ada dalam kisah raja Namrud dan Fir'aun," tutupnya.