KENDARI, TELISIK.ID - Setelah sukses di sektor kendaraan listrik, perusahaan China kini beralih ke pengembangan robot humanoid bertenaga baterai untuk menjadi tenaga kerja masa depan.
Dengan humanoid ini, perusahaan berharap dapat mengotomatiskan jalur produksi mobil listrik, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia. Langkah ini sekaligus upaya China untuk bersaing dengan Tesla dalam menciptakan solusi otomatisasi produksi yang lebih canggih, dikutip dari Reuters.
Pada Konferensi Robot Dunia Minggu lalu di Beijing, lebih dari dua lusin perusahaan China memamerkan berbagai jenis robot humanoid yang dirancang untuk bekerja di pabrik dan gudang, serta komponen presisi yang dibutuhkan untuk membuatnya.
Dorongan China terhadap industri yang sedang berkembang ini diambil dari formula yang sukses menggerakkan industri kendaraan listrik (EV) lebih dari satu dekade lalu, yaitu dukungan pemerintah, persaingan harga yang ketat dari berbagai pendatang baru, serta rantai pasokan yang mendalam.
"Industri robot humanoid China menunjukkan keunggulan yang jelas dalam integrasi rantai pasokan (dan) kemampuan produksi massal," kata analis di LeadLeo Research Institute yang berbasis di China, Arjen Rao, melansir Reuters, Sabtu (24/8/2024).
