Sahara menambahkan, saat proses assessment pihaknya belum langsung menunjukkan profil terduga tersangka kepada saksi anak sebab mengingat dampak kondisi psikologis yang akan diterima pada anak tersebut.

Lebih lanjut, kata dia, sejauh melakukan assessment tidak ditemukan trauma pada diri saksi anak. Namun hanya terdapat rasa jenuh hingga sakit kepala yang dialami oleh saksi anak tersebut.

Bukan hanya itu, Sahara menyebut, saat ini kondisi psikis pada diri saksi anak masih kaget atau shock sebab tidak menyangka pada saat mendengar dan melihat temannya menjadi korban pembunuhan.

Bedasarkan hasil assessment awal dan penguatan oleh UPTD PPA Buton Selatan, saksi anak siap diperiksa dengan permintaan dalam pendampingan psikolog.

"Kita lakukan pendekatan dulu, kita biarkan ada 15 menit dulu dia lihat kita," ungkap Wa Ode Siti Sahara saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis (29/2/2024).