Berdasarkan informasi dari Kepala Desa Kulati, Burhanudin, Potapaki yang digelar tiga tahun sekali ini dimulai pada tahun 2006, atas inisiatif tokoh masyarakat Kulati bersama masyarakat perantau. Ide ini lahir dari kerinduan akan kampung halaman dan pembicaraan tentang pembangunan Desa Kulati.

Tujuan mendasar dari festival ini adalah menghilangkan kerinduan para perantau yang telah lama meninggalkan Kulati dengan menghadirkan berbagai tradisi, kesenian, dan permainan tradisional.

Puncak festival ini ditandai dengan budaya 'Pajuju', yakni arak-arakan kue karasi (kue tradisional Wakatobi) yang dibentuk menyerupai kubah bertingkat dan diisi makanan lokal seperti ikan, lobster, dan kerang. Tingkatan kubah dalam 'Pajuju' memiliki makna religius, dimana bertingkat tiga menggambarkan Baitullah (Rumah Tuhan) dan bertingkat lima mengingatkan akan salat lima waktu.

2. Festival Barata Kaledupa Pertunjukan Adat

Festival ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian acara tahunan Wakatobi Festival and Expo (Wave) yang indah, yang akan berlangsung di Pulau Wangi-Wangi.