“Sesungguhnya waktu itu berputar sebagaimana keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun ada 12 bulan. Di antara bulan-bulan tersebut ada 4 bulan yang haram (berperang di dalamnya). 3 bulan berturut-turut, yaitu: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, (dan yang terakhir) Rajab Mudhar, yaitu bulan di antara bulan Jumaada dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari).
Bukan hanya itu, di dalam bulan Dzulhijjah ada hari-hari yang dipilih oleh Allah sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun, sebagaimana dalam firman-Nya:
"Demi fajar, dan malam yang sepuluh” (Qs. Al Fajr: 1-2).
Dikutip dari muslim.or.id, para ulama berbeda pendapat dalam menentukan 10 malam yang dimaksud dalam ayat tersebut. Penafsiran para ulama ahli tafsir mengerucut kepada 3 pendapat:
- 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
- 10 malam terakhir bulan Ramadan.
- 10 hari pertama bulan Muharram.
Yang kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa yang dimaksud adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Hal ini berdasarkan atas 2 sebab yaitu:
