Padahal, pandemi COVID-19 adalah tolak ukur untuk menguji kekuatan pertahanan di sektor kesehatan. Baik dilihat dari ketersediaan sarana prasarana dan fasilitas kesehatan, teknologi, kecukupan tenaga medis, dan juga manajemen pelayanan kesehatan.
“Sama dengan pandemi dan endemi yang pernah ada, COVID-19 ini diperkirakan bukan yang terakhir. Bisa jadi suatu saat nanti akan muncul lagi penyakit-penyakit menular sejenis ataupun yang tidak sejenis. Karena itu, penanganan COVID-19 saat ini harus menjadi catatan penting dalam mempersiapkan segala sesuatu di masa mendatang,” tutur mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah ini.
Dalam konteks itulah lanjut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, Pemerintah memerlukan pikiran, gagasan dan kritikan sebagai alternatif dalam memilih dan menentukan kebijakan.
Diyakini Pemerintah tidak memahami semua dimensi terkait secara komprehensif. Banyak pemikiran dan gagasan yang perlu disuarakan untuk dilaksanakan. Begitu juga, banyak kebijakan dan program yang dinilai tidak tepat dan perlu ditunda.
“Nah, buku ini ditulis seiring dengan semangat untuk menjaga kebijakan dan program pemerintah agar sesuai dengan keinginan masyarakat,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi masalah kesehatan dan ketenagakerjaan ini.
