Terhadap siapa yang akan terpilih menjadi ketua umum PAN nantinya, ketua tim Sekretariat bersama (Sekber) percepatan pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) ini memastikan akan dimenangkan Mulfachri Harahab. Alasannya, dalam tradisi partai berlambang matahari itu, siapa yang didukung Amin Rais maka dialah pemenangnya. 

"Kita mulai pada kongres pasca pak Amin Rais menjabat yang dilaksanakan di Semarang. Jadi intinya bahwa, hampir semua ketua umum PAN itu lahir dari persetujuan pak Amin, itu saja. Di semarang dulu, hampir kita semua kader itu mendukung, Hatara Jasa. Tapi karena pak Amin mendukung Sutrisno Bachir, maka Sutrisno yang menang," ungkapnya.

"Kemudian terjadi lagi di Batam. Seluruh kader saat itu mendukung Sudrajat. Pak Amin Rais tidak menghendaki Sudrajat, dia menghendaki pak Hatara Jasa. Terakhir di Bali. Seluruh kader PAN Sultra mendukung Hatara Jasa. Sampai pak Nur Alam yang saat itu menjabat ketua DPW PAN Sultra itu dihujat habis-habisan dengan pak Amin, karena Pak Amin Rais saat mendukung Zulkifli Hasan. Nah, menang lagi Zul kifli," tambahnya.

Saat ini, pendiri PAN itu kembali mendukung Mulfachri Harahab, tidak mendukung Zul Kifli Hasan. Dari fakta sejarah perjalanan kongres PAN, bisa dipastikan Mulfachri akan memenangkan pemilihan. Alasannya sederhana, sebab dalam tradisi PAN, semua ketua umum hanya menjabat satu periode, termasuk pendiri PAN itu sendiri, Amin Rais. 

"Kalau ada yang dua periode maka kalah lah pak Amin Rais," pungkasnya.