MUNA, TELISIK.ID - Kampanye Paslon bupati-wakil bupati Muna sudah berlangsung hampir sebulan.
Namun, sejak masa kampanye berlangsung, para Paslon maupun tim-tim suksesnya dinilai belum ada yang mampu memberikan pembelajaran politik bagi masyarakat. Yang ada hanya saling menjatuhkan dan menghujat.
Begitu juga di media sosial (Medsos). Para pendukung Paslon yang menggunakan akun palsu gencar melakukan black campaign (kampanye hitam) yang menjurus fitnah dan menyerang pribadi.
Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Sultra, Muhamad Najib Husain berpendapat, saling menjatuhkan dan menyerang itu membuat masyarakat tidak simpati dan sangat merugikan Paslon sendiri. Sehingga, dengan kondisi ini yang harus berperan untuk meredam kampanye saling menyerang adalah kepedulian tokoh-tokoh politik yang berada di dua Paslon.
"Imbauan para elit politik senior sangat berpengaruh di Pilkada Muna. Kalau itu, terus dibiarkan maka akan merugikan Paslon," kata Najib, Sabtu(17/10/2020).
