Berbeda dengan inseminasi, proses bayi tabung memerlukan langkah dan proses yang lebih lama sehingga proses ini memerlukan persiapan serta pertimbangan yang lebih matang bersama dokter.
Bayi tabung biasanya direkomendasikan untuk pasangan yang menghadapi situasi seperti infertilitas pada pria yang parah, saluran tuba yang tersumbat, telah melakukan proses inseminasi namun gagal, kekhawatiran tentang mewariskan kelainan genetik tertentu, gangguan organ reproduksi seperti miom, kista, endometriosis, serta gangguan masa subur. (C)
Penulis: Adinda Septia Putri
Editor: Haerani Hambali
