Ketua PHDI Provinsi Sultra I Nyoman Sudiana menjelaskan makna dari upacara Melasti adalah suatu proses pembersihan diri manusia, alam dan benda-benda yang dianggap sakral untuk dapat suci kembali dengan melakukan sembahyang dan permohonan kepada Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) lewat perantara air kehidupan (laut, danau, sungai ) dengan jalan dihayutkan agar segala kotoran tersebut hilang dan suci kembali.

"Upacara ini juga bertujuan memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar Umat Hindu diberi kekuatan dalam melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi," ungkapnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan ritual dan seluruh perlengkapan (pralingga atau pratima Ida Bhatara benda-benda yang suci dan dianggap sakral) harus sudah kembali berada di Bale Agung selambat-lambatnya menjelang sore.

Gamelan Baleganjur dalam rangkaian pelaksanaan acara Melasti. Foto: Ist.

 

Sementara itu Pj Bupati Konawe, Harmin Ramba menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh umat Hindu yang ada di Kabupaten Konawe yang telah berkontribusi menjaga keberagaman dan keutuhan negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI).