Kelima, karena secara historis sejak dilahirkannya tahun 1950, telah menjadi satu-satu organisasi profesi dokter di Indonesia. IDI telah menjadi referesentasi dokter Indonesia di tingkat nasional dan Internasional.  

Keenam, karena IDI telah secara resmi diterima dan menjadi anggota aktif World Medical Association (WMA) sejak tahun 1953 dan menjadi referesentasi dokter Indonesia satu-satunya di dalam organisasi profesi dokter se-dunia tersebut. Selajutnya IDI pun ikut memprakarsai berdirinya Confederation of Medical Associations in Asia and Oceania (CMAAO) tahun 1959 dan Medical Association of South East Asian Nations (MASEAN) tahun 1980.

Ketujuh, karena para pendiri IDI sendiri sendiri telah mencita-citakan bahwa di bawah IDI, profesi dokter Indonesia dapat dipandang sebagai officium nobile (jabatan mulia), yang menjaga harkat dirinya dan martabat masyarakat. Para pendiri IDI ingin agar profesi dokter Indonesia menjadi moral community (masyarakat moral), yang memiliki cita-cita dan nilai-nilai bersama.  

Satu Sehat

Dalam artikel opini di Koran Sindo, 16 Desember 2015, berjudul “Sehat, Kebanggaan Satu-Satunya bagi Si Miskin”, penulis mengemukakan bahwa sehat atau kesehatan itu merupakan kebutuhan dasar bagi seseorang untuk mempertahankan hidup, sejak lahir, tumbuh berkembang hingga tua dan hingga ajal menjemput. Sedang pendidikan akan memberi bekal pengetahuan, keterampilan, wawasan dan kebijakan untuk menjalani hidup bermasyarakat.