Dengan demikian biaya berobatnya dapat disubstitusikan kepada kebutuhan hidup lainnya.

Seperti digunakan untuk mengakses informasi dan pengetahuan medis/kesehatan secara lebih baik, membeli makan/minuman bergizi seimbang, menikmati rekreasi bersama keluarga, dan sebagainya. Cukup banyak penelitian yang menunjukkan bahwa keluarga sejahtera akan memiliki tingkat kematian bayi yang jauh lebih rendah ketimbang keluarga miskin.

Baca Juga: Dilema Generasi Muda Harapan Bangsa

Itu pula sebabnya mengapa negara harus memikirkan nasib orang miskin dengan cara memastikan kemampuan membeli dengan penghasilan masyarakat yang berimbang baik melalui kebijakan proteksi laju inflasi bahan pokok,  penyediaan anggaran kesehatan, jaminan sosial kesehatan, dan penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai serta tersebar merata.

Nasib yang sama juga dirasakan atau berlaku bagi penduduk yang berkebutuhan khusus.