"Melalui forum ini kita ingin melihat capaian yang sudah ada, mengevaluasi program yang berjalan, serta menyamakan persepsi agar pengelolaan sampah di Kota Kendari semakin baik," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Papua, Azri Rasul, memaparkan sejumlah indikator yang menjadi dasar penilaian Adipura. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah harus memenuhi berbagai aspek pengelolaan lingkungan agar memperoleh nilai yang lebih baik.

Azri menyebutkan terdapat 16 komponen penilaian yang menjadi indikator kota bersih. Penilaian tersebut mencakup kawasan permukiman, pasar, sekolah, fasilitas publik, perkantoran, hingga pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Seluruh komponen tersebut dinilai memiliki keterkaitan dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Menurutnya, kawasan permukiman menjadi salah satu indikator dengan bobot penilaian paling besar, yakni sekitar 19,61 persen. Hal itu disebabkan proses pemilahan sampah dinilai paling efektif apabila dilakukan sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga.
