KENDARI, TELISIK.ID - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, Nismawati menyebutkan, dari 260 ton sampah yang diproduksi per hari, 60 hingga 70 persen di antaranya adalah sampah organik.
Sampah organik banyak bersumber dari pasar seperti sisa-sisa makanan atau sayuran.
Nismawati mengungkapkan, sebaiknya sampah organik tidak langsung dibuang di TPS sampah, namun dikelola menjadi pupuk kompos.
"Seperti di Pasar Baruga itu banyak sampah sisa-sisa sayuran. Harusnya tidak sampai di TPA tapi dikelola menjadi pupuk organik," ungkapnya.
Nismawati menjelaskan, jika sampah organik dikelola, maka masyarakat turut mengurangi sampah di TPA dan yang lebih penting lagi masyarakat memperoleh manfaat dari pupuk kompos.
