“Jacinda Ardern berhasil membawa Selandia Baru sebagai salah satu negara yang paling cepat lepas dari COVID-19. Angela Merkel melakukan test swab massal yang membuat tingkat kematian di Jerman jauh di bawah Inggris, Italia, Perancis dan Spanyol. Sementara Sanna Marin, perdana menteri Finlandia yang masih berusia 34 tahun, menunjukkan kapasitas luar biasa menghadapi pandemi," urainya.
Pengagas Rumah Siap Kerja ini menilai, demokrasi yang mampu menggalang partisipasi publik menjadi ciri ketiga negara itu. Pesan politik dijamin dengan konstitusi, tapi masyarakat mau menerima kehadiran negara dalam situasi sulit.
“Melihat ketiga negara ini mungkin sejarah masa depan tidak seseram yang kita bayangkan, mungkin masalahnya bukan tentang sistem politik tetapi justru political will dari kepemimpinan sebuah negara,” jelasnya.
Baca juga: Fadel Muhammad: Reshuffle Kabinet Membuat Harapan Baru
Sandi Uno pun mencontohkan negara lainnya, yakni Inggris dan Amerika Serikat sebagai kampiun demokrasi, tapi tak berdaya saat menghadapi pandemi COVID-19.
