Oleh: Abrar

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara dan sosiolog olahraga

DUNIA olahraga baru saja diguncang oleh skandal yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola modern. Keputusan FIFA menangguhkan sanksi kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, agar bisa langsung bermain melawan Belgia di babak 16 besar, telah meruntuhkan klaim kesucian regulasi lapangan hijau.

Ketika Presiden AS Donald Trump melakukan intervensi langsung kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, dan FIFA mendadak "menemukan" celah hukum pada Pasal 27 Kode Disiplin, tirai kemunafikan arena olahraga global resmi ditelanjangi. Bagi publik yang masih memercayai mitos keadilan olahraga yang murni, peristiwa ini adalah kejutan yang memuakkan.

Namun, bagi mereka yang memahami jalinan erat antara kekuasaan dan lapangan hijau, kontroversi ini hanyalah pengulangan sejarah. Sejarah mencatat, penyelenggaraan Piala Dunia di Amerika Serikat selalu bertautan dengan drama kemanusiaan dan politik yang pekat.