Untuk memastikan dugaan pelanggaran tersebut, pihak Pertamina bersama DPRD Kolut akan melakukan monitoring karena menurut data pihak Pertamina, saat ini SPBN Sapoiha masih normal dan kalau nantinya ada temuan, akan tindaklanjuti laporan tersebut secara profesional oleh Tim Pertamina.
"DPRD Kolut akan bersama-sama Tim Pertamina melakukan kontrol sejauh mana dugaan pelanggaran yang dilakukan pengelola SPBN Sapoiha. Kita lakukan secara komprehensif dan profesional bebas dari tendensi politik dan ekonomi bisnis, untuk itu saya sudah tugaskan Ketua Komisi III DPRD Kolut agar menuntaskan masalah ini," tegas Buhari.
Meski demikian, lanjut Kader Partai Demokrat, SPBN Sapoiha menurut mereka telah membantu Pertamina menyalurkan BBM Subsidi kepada nelayan dan mendapat kontrol ketat secara digital dan pemantauan langsung secar rutin.
"Semua berjalan dengan baik kata Pertamina, kalaupun ada yang salah sasaran itu mungkin oknum yang melakukan dan terus akan mendapat pantauan dan pembinaan dari pihak Pertamina," terangnya.
Pertamina juga menyampaikan, mereka punya mekanisme kontrol, baik digital maupun manual monitoring secara berkala terhadap kuota BBM subsidi di setiap SPBU yang ada di Kolut.
