"Kalau komputer sekitar 20 dan siswa kurang lebih 100 makanya mereka harus bergantian, kan tidak mungkin satu kali masuk caranya mereka dibagi kelompok," ungkapnya, Rabu (20/1/2021).
Walaupun demikian, Taslim mengaku bisa mencukupi dengan komputer yang ada dikarenakan siswa yang tidak terlalu banyak.
Taslim juga mengungkapkan kendala yang dialami di masa pandemi COVID-19 ini adalah siswa yang tidak memiliki handphone.
"Kalau untuk pembelajaran ekstra kulikuler ada beberapa yang pertama tapak suci, Hizbul Wathan atau Pramuka-nya Muhammadiyah kalau itu belum terlalu kita masyarakatkan karena kita terkendala pelatih," pungkasnya. (B)
Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim
