MEDAN, TELISIK.ID - Pedagang sarang atau pembungkus ketupat bermunculan di Pasar Simpang, Limun Medan menjelang hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Tradisi membuat lontong atau ketupat dengan bahan baku pulut, sangat digemari oleh kaum muslimin.
Meski berjualan di tempat yang seadanya dan wadah jualannya menggunakan sepeda motor, Herman, pedagang sarang ketupat, tampak bersemangat melayani setiap pembeli.
Ayah berusia 39 tahun ini memanfaatkan momen tertentu untuk mencari rezeki tambahan. Diantaranya hari Raya Idul Fitri, hari raya Idul Adha dan tahun baru.
Untuk hari raya Idul Fitri ini, Herman menyediakan 300 ikat sarang ketupat untuk dijual kepada calon pembelinya. Harganya hanya Rp 5 ribu seikat.
"Sarang ketupat bu, murah aja. Rp 5 ribu aja besar kecil isi satu ikat 10 sarang atau pembungkus ketupat," kata Herman memanggil calon pembelinya.
