Namun, seiring berjalannya waktu, peminat bakso bakar mulai berkurang, sehingga ia mencoba peruntungan dengan membuka angkringan seblak dan bakaran.
"Lama kelamaan kok sepi peminat, saya cobalah cari ide jualan lain. Akhirnya saya pilih untuk berjualan seblak, bahkan bumbu seblaknya saya racik sendiri," ungkap Sari.
Dengan menawarkan konsep prasmanan, pelanggan bisa dengan leluasa memilih varian toping yang tersedia, mulai dari jenis kerupuk, batagor, cuanki, telur, dan sebagainya.
Ada 30 variasi toping yang disediakan dan dibanderol dengan kisaran harga mulai Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Namun, ada juga paket seblak bagi pelanggan yang bingung untuk memilih toping.
Dari usahanya ini, Sari bisa mengantongi omzet Rp 1 juta hingga Rp 3 juta per hari.
