“Kami tidak anarkis pak, kami aksi damai di sini,” kata Diwan saat orasi.

Situasi semakin memanas saat orasi para demonstran langsung dipotong oleh La Ode Hazal. Hingga akhirnya aksi saling adu argemen disertai bentrok tidak terhindarkan.

“Sama-sama kita punya hak di sini,” tegas Hazal.

Merasa dihalangi oleh Satpol PP, para demonstran memaksa masuk dan berhasil mengepung ruang kantor bupati.

Dalam ruangan itu mereka meminta agar sebelum kedatangan bupati definitif agar kantor tersebut dikosongkan.