“Namun, tahun ini merupakan banjir yang terparah dari sebelumnya,” ungkap Iji, saat dikonfirmasi telisik.id melalui telepon seluler hari ini pukul 18.16 Wita.
Ia menyebutkan tinggi hingga kekuatan tanggul yang dibangun di sekitar aliran sungai tidak mampu menahan debit air yang semakin menaik. Akibatnya air menerobos hingga meluap ke permukiman warga.
"Kalau kita hitung sekitar 5 meter dari sungai kemudian ketinggian tanggul kurang, harusnya tanggul beton," tutur Iji.
Warga terpaksa mengungsi ke dataran tinggi untuk menghindari banjir susulan. Banjir juga merambat ke Desa Lipu Mangau yang berbatasan langsung dengan Desa Gunung Sejuk.
Iji mengatakan jaringan di desanya masih belum stabil semenjak banjir terjadi. Banjir saat ini perlahan mulai berangsur surut dan beberapa warga mulai kembali ke rumah mereka untuk membersihkan sisa lumpur yang terbawa banjir.
