“Banjir terjadi begitu cepat sebab jarak sungai dan permukiman warga hanya 50 meter. Banjir terparah terakhir terjadi pada tahun 2023 dan baru kembali terjadi pada tahun 2025 ini,” ungkap Suharuddin via telepon.
Baca Juga: Komisi XII DPR RI Jadwalkan Rapat dengan DPRD Kolaka Utara di Jakarta, Ini Agenda yang Dibahas
Selain intensitas hujan yang tiniggi, kondisi hutan yang sebagian pepohonannya sudah ditebang juga menjadi pemicu aliran air hujan mudah meluap karena sudah tidak meresap menyeluruh ke dalam tanah.
“Sebelumnya kami telah mendapatkan informasi dari BMKG bahwa dalam beberapa hari ke depan di Kabupaten Buton Selatan akan terjadi hujan deras,” ujar Suharuddiin.
Suharuddin mengatakan bahwa Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, menyempatkan diri untuk menemui para warga Desa Gunung Sejuk yang terdampak banjir.
