Meski area tanamnya luas, ucap Ronal,  produksi padi ladang terbilang rendah jika dibandingkan dengan padi sawah. Hal tersebut, disebabkan cara pengolahan atau perlakuan yang berbeda.

"Cara tanam dan perlakuannya berbeda, kalau padi ladang tanamnya ditugal sementara padi sawah dengan sistem irigasi membutuhkan pengolahan yang intensif. Makanya, produksi padi ladang rendah. Tahun lalu dalam satu hektar petani bisa menghasilkan gabah kering sekitar 2,5 sampai 2,8 ton  per hektare," bebernya.

Selanjutnya untuk tahun 2020, Distanghorti Kolut kembali mengusulkan bantuan benih padi ladang untuk empat kelompok di desa yang sama. Usulan tersebut terealisasi dengan alokasi bantuan 100 hektare.  

Baca Juga: Ratusan Petani di Kolut Budidaya Kedelai Varian Anjasmoro

"Jadi bukan lagi program PATB, tapi Peningkatan Indekx Pertanaman (PIP). Dari 100 hektare luas tanam, saat ini baru realisasi sekitar 50 persen dan kemungkinan akan terealisasi secara menyeluruh akhir Desember tahun ini," imbuhnya.